HUBUNGAN ANTARA NAKIRAH DAN MAKRIFAT DALAM KALIMAT

Dalam tata bahasa Arab, status suatu kata benda (Nakirah atau Makrifat) sangat memengaruhi makna dan jenis susunan kalimatnya. 

1. Jika dua kata benda (isim) semuanya Nakirah

Jika Anda memiliki susunan dua kata benda di mana kata pertama dan kedua sama-sama Nakirah, susunan ini disebut Sifat-Mausuf (Sifat-Mausuf) atau Na'at-Man'ut.
 * Sifat (Na'at): Kata yang berfungsi sebagai sifat atau deskripsi.
 * Mausuf (Man'ut): Kata yang disifati.
Contoh:
رَجُلٌ صَالِحٌ (rajulun shālihun)
 * رَجُلٌ (rajulun) adalah Mausuf (orang laki-laki, Nakirah)
 * صَالِحٌ (shālihun) adalah Sifat (saleh, Nakirah)
Artinya: "Seorang laki-laki yang saleh." Susunan ini tidak spesifik karena merujuk pada "seorang" laki-laki mana pun yang saleh.

2. Jika kata pertama Nakirah dan kata kedua Makrifat.

Susunan ini dikenal sebagai Idhafah (Kata Majemuk), yaitu penggabungan dua kata benda untuk membentuk satu makna. Kata benda pertama disebut Mudhaf (مُضَافٌ) dan kata benda kedua disebut Mudhaf Ilaih (مُضَافٌ إِلَيْهِ).
 * Mudhaf: Kata yang disandarkan, Nakirah tanpa tanwin dan tanpa alif lam.
 * Mudhaf Ilaih: Kata yang menyandarkan, selalu Makrifat.
Contoh:
بَابُ الْبَيْتِ (bābu l-bayti)
 * بَابُ (bābu) adalah Mudhaf (pintu, Nakirah)
 * الْبَيْتِ (al-bayti) adalah Mudhaf Ilaih (rumah, Makrifat)
Artinya: "Pintu rumah itu." Susunan ini menjadi spesifik karena "pintu" disandarkan pada "rumah yang sudah dikenal."

3. Jika kata pertama Makrifat dan kata kedua Nakirah

Susunan ini adalah inti dari sebuah kalimat sederhana dalam bahasa Arab, yang disebut Mubtada'-Khabar (Subjek-Predikat).
 * Mubtada' (مُبْتَدَأٌ): Subjek kalimat, selalu Makrifat.
 * Khabar (خَبَرٌ): Predikat atau keterangan, selalu Nakirah.
Contoh:
اَلْوَلَدُ مُهَذَّبٌ (al-waladu muhadzdhabun)
 * اَلْوَلَدُ (al-waladu) adalah Mubtada' (anak laki-laki itu, Makrifat)
 * مُهَذَّبٌ (muhadzdhabun) adalah Khabar (sopan, Nakirah)
Artinya: "Anak laki-laki itu sopan." Susunan ini membentuk kalimat yang lengkap dan memberikan informasi tentang subjek yang spesifik.

4. Jika dua kata benda (isim) semuanya Makrifat

Jika dua kata benda di mana kata pertama dan kedua sama-sama Makrifat, susunan ini disebut Sifat-Mausuf (Sifat-Mausuf) atau Na'at-Man'ut, sama seperti susunan Nakirah-Nakirah.
Contoh:
اَلرَّجُلُ الصَّالِحُ (al-rajulu l-shālihu)
 * اَلرَّجُلُ (al-rajulu) adalah Mausuf (laki-laki itu, Makrifat)
 * الصَّالِحُ (al-shālihu) adalah Sifat (yang saleh, Makrifat)
Artinya: "Laki-laki yang saleh itu." Susunan ini merujuk pada satu entitas spesifik yang memiliki sifat tertentu.
susunan dua kata benda yang keduanya Makrifat adalah susunan Sifat-Mausuf (Na'at-Man'ut). Syaratnya, kata Sifat (Na'at) harus memiliki jenis dan status yang sama dengan Mausuf (Man'ut), termasuk status Nakirah/Makrifat.
Jadi, ketika Anda ingin menyifati atau mendeskripsikan sesuatu yang sudah spesifik (Makrifat), kata sifatnya juga harus Makrifat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

POLIGAMI KOK UNTUNG UNTUNGAN

PAHALA MENYEMPURNAKAN WUDHU, SAAT CUACA SANGAT DINGIN DAN BERAT