PAHALA MENYEMPURNAKAN WUDHU, SAAT CUACA SANGAT DINGIN DAN BERAT
* عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: -
Dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhuma berkata:
* قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: -
Rasulullah ﷺ bersabda:
* أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَكْفُرُ بِهِ الذُّنُوْبَ؟ -
"Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang dengannya Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan dan menghilangkan dosa-dosa?"
* قَالُوْا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللَّهِ -
Para sahabat menjawab, "Tentu saja, ya Rasulullah."
* قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوْءِ عَلَى الْمَكْرُوْهَاتِ -
Beliau bersabda, "(Yaitu) menyempurnakan wudhu pada keadaan tidak disukai,
* وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ -
dan banyak melangkah ke masjid,
* وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ -
dan menunggu shalat berikutnya setelah mengerjakan shalat."
Penjelasan Hadist
"إِسْبَاغُ الْوُضُوْءِ عَلَى الْمَكْرُوْهَاتِ"
1. Maksud Menyempurnakan Wudu
Menyempurnakan wudu, atau isbāghul wuḍū', artinya melakukan wudu dengan sebaik-baiknya. Hal ini mencakup:
* Mencuci Anggota Wudu dengan Merata: Pastikan seluruh bagian anggota wudu (wajah, tangan, kepala, dan kaki) terkena air secara sempurna dan merata. Tidak ada bagian yang kering atau terlewat.
* Melakukan Sunah-sunah Wudu: Menyempurnakan wudu juga berarti menjalankan sunah-sunah wudu, seperti membasuh setiap anggota sebanyak tiga kali, menggosok-gosok jari-jari (takhallul), berkumur, dan menghirup air ke hidung (istinsyaq) serta mengeluarkannya (istintsar).
Intinya, menyempurnakan wudu adalah melaksanakannya dengan teliti dan sempurna, tidak asal-asalan, hingga benar-benar bersih dan sesuai dengan tuntunan syariat.
2. Waktu yang Tidak Disukai (Makruh)
Waktu atau keadaan yang tidak disukai (makrūhāt) untuk berwudu adalah saat kita merasa berat atau malas melakukannya, namun tetap melaksanakannya dengan sempurna. Beberapa contohnya:
* Saat Cuaca Sangat Dingin: Ini adalah contoh paling jelas dalam hadis tersebut. Ketika suhu sangat dingin, air terasa menusuk kulit dan membuat wudu terasa berat. Namun, jika kita tetap menyempurnakannya, pahalanya akan sangat besar.
* Saat Sakit: Ketika tubuh sedang tidak fit atau sakit, berwudu bisa menjadi sulit dan tidak nyaman. Meskipun begitu, menyempurnakan wudu dalam kondisi ini sangat dianjurkan.
* Saat Lelah dan Mengantuk: Setelah beraktivitas seharian atau saat merasa sangat lelah, kita cenderung ingin cepat-cepat beristirahat. Berwudu dalam kondisi seperti ini terasa berat, namun pahalanya besar karena kita melawam rasa malas tersebut.
Dalam konteks hadis, "makruh" di sini tidak merujuk pada hukum syariat, tetapi lebih pada "hal-hal yang tidak disukai atau terasa berat oleh jiwa". Melawan rasa berat dan tidak suka itu demi menyempurnakan ibadah adalah kunci dari pahala yang disebutkan dalam hadis.
وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ
"وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ" artinya "dan banyaknya langkah menuju masjid". Ini memiliki beberapa makna dan keutamaan yang mendalam:
* Secara Harfiah: Maksudnya adalah semakin jauh jarak rumah kita ke masjid, maka semakin banyak pula langkah yang kita ambil. Setiap langkah yang kita ayunkan untuk menuju masjid akan dicatat sebagai kebaikan, menghapus dosa, dan mengangkat derajat di sisi Allah. Jadi, seseorang yang rumahnya jauh dari masjid dan ia tetap rutin berjalan kaki untuk shalat berjamaah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
* Secara Maknawi: Frasa ini juga bisa diartikan sebagai rutinitas dan semangat untuk selalu pergi ke masjid. Bukan hanya soal jarak, tapi juga soal tekad dan istikamah. Meskipun rumahnya dekat, seseorang yang selalu bergegas dan bersemangat untuk shalat berjamaah di masjid, tanpa rasa malas, juga termasuk dalam kategori "banyak melangkah ke masjid". Ia seolah-olah mengumpulkan setiap langkah sebagai bekal pahala.
Intinya, "banyak melangkah ke masjid" adalah amalan yang sederhana namun memiliki nilai besar di sisi Allah, karena di dalamnya terkandung perjuangan melawan rasa malas dan pengorbanan waktu serta tenaga demi menunaikan ibadah shalat berjamaah.
Makna Menunggu Shalat Setelah Shalat
"وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ"
artinya "menunggu shalat berikutnya setelah mengerjakan shalat". Ini adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar.
Maksud dari amalan ini adalah:
* Tetap Berada di Masjid: Setelah selesai melaksanakan shalat berjamaah, seseorang tidak langsung pulang, melainkan tetap berada di masjid untuk berzikir, membaca Al-Qur'an, atau mendengarkan ceramah, sambil menunggu datangnya waktu shalat berikutnya. Amalan ini sangat disukai karena seseorang berada dalam kondisi ibadah selama berada di dalam masjid, dan malaikat akan mendoakannya.
* Menjaga Niat untuk Shalat Berikutnya: Meskipun tidak harus selalu berdiam di masjid, amalan ini juga bisa diartikan sebagai memiliki niat yang kuat dan menanti-nanti waktu shalat berikutnya. Jadi, di mana pun ia berada, pikirannya selalu tertuju pada shalat yang akan datang. Misalnya, setelah shalat Zhuhur, ia sudah menanti-nanti waktu shalat Ashar, dan seterusnya.
Amalan ini menunjukkan betapa besar kecintaan seseorang terhadap shalat dan hubungannya dengan Allah. Menunggu waktu shalat adalah tanda bahwa shalat telah menjadi bagian penting dalam hidupnya, bukan sekadar kewajiban yang digugurkan.
Komentar
Posting Komentar