Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Membangun Kepribadian Berlandaskan Iman dan Takwa

Membangun Kepribadian Berlandaskan Iman dan Takwa Membangun kepribadian yang baik merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesadaran dan latihan harian. Layaknya "marketing langit" yang berfokus pada hubungan dengan Tuhan, membentuk karakter diri yang baik juga berpusat pada koneksi spiritual dan hubungan dengan sesama sebagai manifestasi keimanan. Berikut adalah beberapa kebiasaan harian yang bisa Anda lakukan untuk membangun kepribadian yang baik dengan keimanan dan ketakwaan:   * Awali Hari dengan Bersyukur: Sebelum memulai aktivitas, sempatkan waktu untuk bersyukur atas segala karunia dan kesempatan yang diberikan. Syukuri kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berniatlah untuk memberi manfaat bagi orang lain.   * Berdoa dan Niatkan: Berdoa untuk memohon bimbingan dan kekuatan agar dapat menjalani hari dengan penuh kebaikan. Niatkan bahwa setiap tindakan yang Anda lakukan, sekecil apapun, adalah ibadah dan sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Do...

POLIGAMI KOK UNTUNG UNTUNGAN

Poligami kok untung untungan abu zaid Rembang Sobat, saya tergelitik untuk buat coretan lagi tentang poligami nih. Kenapa? Mestinya ada "sababul wurudnya" nih. Iya tentu dong. Apa sih?  Ya, betul sekali. Karena faktanya masih saja terjadi suami pejuang korban keputusannya sendiri. Lho kok jadi korban? Bukannya korban mestinya istrinya? Iya deh. Korbannya jadi suami, istri dan anak deh.  Kok bisa? Gini sobat, adakah suami dan ayah yang berakal sehat tega menghancurkan keluarganya sendiri? Sampai hati menghancurkan rumah tangga yang sudah dibangun belasan tahun? Tega membuat trauma bagi anak anak tercinta? Pastinya tidak bukan?  Nah, itu dia. Ternyata ada suami sekaligus ayah yang mengambil keputusan poligami kemudian jadi korban. Jadinya dia bukannya nambah istri eh malah ganti istri. Rumah tangga bahagia belasan tahun itu pun runtuh bagaikan kena bom nuklir. Sementara istri dan anaknya mengalami trauma yang tak semestinya.  Ini saya sampaikan berdasarkan pengalaman s...

ISTRI YANG SIAP MELAYANI SUAMI

Masalah itu ialah, suami tidak tertarik untuk berhubungan dengan istrinya, kecuali hanya jika ia melihat perempuan yang bukan haknya. Maka janganlah memadamkan ketertarikannya dengan perkataan yang memalingkan perhatiannya dan mematikan hasratnya.  ⁣ Tetaplah jadikan dirimu sebagai daya tariknya dan kehangatanmu sebagai pemadam gejolaknya apabila suami tanpa sengaja melihat perempuan yang bukan haknya dan segera bergegas pulang menemuimu. Pulang mendadak saat itu merupakan kebaikan dan jalan keselamatan yang dituntunkan oleh agama ini. ⁣ RasuluLlah ﷺ bersabda: ⁣ إِذَا أَحَدُكُمْ أَعْجَبَتْهُ الْمَرْأَةُ فَوَقَعَتْ فِي قَلْبِهِ فَلْيَعْمِدْ إِلَى امْرَأَتِهِ فَلْيُوَاقِعْهَا فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ ⁣ “Apabila salah seorang dari kalian tertarik kepada wanita dan menimbulkan gejolak dalam hatinya, hendaknya ia sengaja pulang kepada istrinya dan menumpahkan hasratnya kepadanya. Sungguh yang demikian itu dapat menenteramkan gejolak hatinya.” (HR. Muslim). ⁣ Jika engkau ...

SeriNafsiah "BEKAL MENUJU TAUBAT"

#SeriNafsiah "Bekal Menuju Taubat" كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّةٌ  وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُوْنَ Sumber boklet majalah nikah 2009 Bonus Majalah NIKAH Vol. 8 Edisi 5, Agustus 2009   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah untuk kalian.      إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.    Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, meminta ampunan-Nya, dan berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbua...

FAEDAH KEHIDUPAN DI DUNIA INI

Tumbuh di Sarang Ular, Maka Jangan Heran Jika Berbisa مَنْ كَانَ فِي حِجْرِ الْأَفَاعِي نَاشِئًا، غَلَبَتْ عَلَيْهِ طَبَائِعُ الثُّعْبَانِ. Barang siapa tumbuh di lubang ular, maka tabiat ular akan menguasainya. Peribahasa Arab ini menyampaikan pesan mendalam: bahwa manusia dibentuk oleh lingkungannya. Bila seseorang besar di tengah lingkungan yang buruk—penuh tipu daya, fitnah, kedengkian, atau kemunafikan,-- maka cepat atau lambat, wataknya pun akan menyerupai lingkungan itu, meski ia tak berniat demikian. Hal ini sesuai dengan kaidah dalam Islam bahwa manusia akan sangat dipengaruhi oleh siapa dan di mana ia berada.  Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: "الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ" "Seseorang itu mengikuti agama (gaya hidup) sahabat dekatnya. Maka hendaklah kalian memperhatikan dengan siapa kalian bersahabat."  (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Lingkungan yang buruk bisa menodai hati yang bersih, sebagaimana a...

REFERENSI DOA DOA UNTUK KESEHARIAN KITA,

Doa & Pujian بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ. حَمْدًا يُّوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَّعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ. "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan mencukupi tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sebagaimana yang layak bagi kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya." Doa Mohon Diterima Ibadahnya: اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللّٰهُ يَا اَللّٰهُ يَا اَللّٰهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. "Ya Allah, Tuhan kami, terimalah salat kami, p...

KEKUASAAN ISLAM TIDAK DIBATASI WILAYAH

1. Islam Akan Mencapai Timur dan Barat 📖 Hadits عَنْ ثَوْبَانَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِيَ الأَرْضَ، فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا، وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا» Artinya: “Sesungguhnya Allah telah melipat bumi untukku, maka aku melihat bagian timurnya dan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah dilipatkan untukku darinya.” 📚 Sumber: – Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahih Muslim, Kitab al-Fitan ________________________________________ 2. Tidak Ada Rumah Kecuali Akan Dimasuki Islam 📖 Hadits عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الأَمْرُ مَا بَلَغَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، وَلاَ يَتْرُكُ اللَّهُ بَيْتَ مَدَرٍ وَلاَ وَبَرٍ إِلاَّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ هَذَا الدِّينَ، بِعِزِّ عَزِيزٍ أَوْ بِذُلِّ ذَلِيلٍ، عِزًّا يُعِزُّ اللَّهُ بِهِ الإِسْلاَمَ، وَذُلاًّ يُذِلُّ اللَّهُ بِهِ الْكُفْرَ» Artinya: “Perkara (Isla...

GERHANA

1. Tanda kekuasaan Allah yang Allah oerlihatkan agar kita kembali kepada Allah. Karena itu nabi berpesan jika kalian melihat gerhana maka segera kembali dan mendekat kepada Allah  فإذارأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وصلوا وتصدقوا  Jika kalian melihat gerhana maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, sholatlah dan sedekahlah 2. Gerhana adalah peringatan yang Allah kirim untuk mengingatkan kita agar muncul rasa takut di dalam diri kita. Takut akan menjadikan kita semakin dekat dan taat. Karena itu Allah berfirman  وما نرسل بالآيات إلا تخويفا  Dan kami tidak mengirim tanda2 kekuasaan-Ku kecuali untuk memberi peringatan (menakuti2 agar tumbuh rasa takut dalam diri manusia)  Nabi bersabda :  إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله، لا ينكسفان لموت أحد، ولكن الله تعالى يُخوِّف بهما عباده” (صحيح البخاري) Sungguh matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian seseorang atau karena hidupnya. Melainkan Allah memberi peringatan dengan matahari dan bintang (saat gerhana) k...

*قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ* “JAGALAH ILMU DENGAN MENULIS.”

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik Ra, Rasulullah Saw bersabda : *قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ* _“Jagalah ilmu dengan menulis.”_ (Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Yang dimaksud _qayyidul ‘ilma_ adalah kuatkan dan hafalkan serta jaga jangan sampai lepas. Ilmu jika hanya didengar, hati akan sulit mengingatnya. Ilmu itu harus diikat lalu dijaga. Jika hati sering lupa, ilmu itu perlahan-lahan akan hilang. Itulah sebabnya kenapa penting untuk mencatat. Imam Asy-Sya’bi pernah berkata,: _“Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekali pun di tembok. Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang, setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja."_ (Diwan Asy-Syafi’i)

MAKSUD "WAJIBUL WUJUD"ASY SYAIKH TAQIYUDDIN An NABHANI RahimahuLLaah

MAKSUD "WAJIBUL WUJUD" Ustadz Azizi Fatoni Asy Syaikh Al Mujahid Taqiyuddin An Nabhani rahimahuLLaah menyatakan dalam kitabnya, Nizhamul Islam: وحين ننظر إلى المحدود نجده ليسَ أَزَلِياً وإلا لما كان محدوداً فلا بدَّ مِنْ أن يكون المحدود مخلوقاً لغيره، وهذا الغير هو خالق الإنسان والحياة والكون، وهو إِمَّا أَنْ يكون مخلوقاً لغيره، أو خالقاً لنفسه، أو أزلياً واجب الوجود. أما أنَّه مخلوق لغيره فباطل، لأنَّهُ يكون محدوداً، وأما أنَّه خالق لنفسه فباطل أيضاً، لأنه يكون مخلوقاً لنفسه وخالقاً لنفسه في آن واحد، وهذا باطل أيضاً، فلا بُدَّ أنْ يكونَ الخالق أزلياً واجب الوجود وهو الله تعالى. Artinya: "Dan ketika kita memperhatikan sesuatu yang terbatas, kita mendapati bahwa ia bukanlah azali (tidak tanpa awal), sebab kalau ia azali tentu ia tidak terbatas. Maka pastilah yang terbatas itu merupakan makhluk yang diciptakan oleh selainnya. Dan yang lain itu adalah Pencipta manusia, kehidupan, dan alam semesta. Ia (Pencipta) itu, kemungkinan: diciptakan oleh selainnya, atau menciptakan d...

HADIST TENTANG DOA SETELAH AZAN

   عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:    Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma (semoga Allah meridhai keduanya), sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (semoga selawat dan salam tercurah padanya) bersabda:   مَنْ قَالَ حِيْنَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: Barang siapa yang mengucapkan ketika mendengar azan:  * اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ: Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan salat yang akan didirikan,  * آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ:  berikanlah kepada Muhammad al-wasilah (kedudukan istimewa) dan al-fadhilah (keutamaan),  * وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ: dan bangkitkanlah dia pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya.  * حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ:  Maka dia berhak mendapatkan syafaatku pada hari k...

BERIKUT ADALAH 10 CONTOH UNTUK SUSUNAN KATA BENDA (isim) TENTANG MAKRIFAT DAN NAKIRAH

Berikut adalah 10 contoh untuk masing-masing susunan kata benda (isim) 1. Semua Nakirah (Sifat-Mausuf) Susunan ini terdiri dari dua kata benda yang sama-sama umum (tidak spesifik).  * دَارٌ كَبِيْرَةٌ (dārun kabīratun) - sebuah rumah besar  * قَلَمٌ جَدِيْدٌ (qalamun jadīdun) - sebuah pena baru  * سَيَّارَةٌ جَمِيْلَةٌ (sayyāratun jamīlatun) - sebuah mobil cantik  * وَلَدٌ صَغِيْرٌ (waladun shaghīrun) - seorang anak kecil  * شَجَرَةٌ عَالِيَةٌ (shajaratun 'āliyah) - sebuah pohon tinggi  * طَالِبٌ مُجْتَهِدٌ (thālibun mujtahidun) - seorang pelajar yang rajin  * مُدَرِّسٌ مَاهِرٌ (mudarrisun māhirun) - seorang guru yang terampil  * كِتَابٌ مُفِيْدٌ (kitābun mufīdun) - sebuah buku yang bermanfaat  * بَيْتٌ قَدِيْمٌ (baytun qadīmun) - sebuah rumah tua  * طَعَامٌ لَذِيْذٌ (tha'āmun ladhīdhun) - sebuah makanan lezat 2. Depan Nakirah, Belakang Makrifat (Idhafah) Susunan ini menggabungkan dua kata benda, membuat kata pertama menjadi spesifik kar...

HUBUNGAN ANTARA NAKIRAH DAN MAKRIFAT DALAM KALIMAT

Dalam tata bahasa Arab, status suatu kata benda (Nakirah atau Makrifat) sangat memengaruhi makna dan jenis susunan kalimatnya.  1. Jika dua kata benda (isim) semuanya Nakirah Jika Anda memiliki susunan dua kata benda di mana kata pertama dan kedua sama-sama Nakirah, susunan ini disebut Sifat-Mausuf (Sifat-Mausuf) atau Na'at-Man'ut.  * Sifat (Na'at): Kata yang berfungsi sebagai sifat atau deskripsi.  * Mausuf (Man'ut): Kata yang disifati. Contoh: رَجُلٌ صَالِحٌ (rajulun shālihun)  * رَجُلٌ (rajulun) adalah Mausuf (orang laki-laki, Nakirah)  * صَالِحٌ (shālihun) adalah Sifat (saleh, Nakirah) Artinya: "Seorang laki-laki yang saleh." Susunan ini tidak spesifik karena merujuk pada "seorang" laki-laki mana pun yang saleh. 2. Jika kata pertama Nakirah dan kata kedua Makrifat. Susunan ini dikenal sebagai Idhafah (Kata Majemuk), yaitu penggabungan dua kata benda untuk membentuk satu makna. Kata benda pertama disebut Mudhaf (مُضَافٌ) dan kata benda kedua diseb...

PAHALA BERSIWAK

  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةِ "Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, 'Seandainya tidak memberatka n umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.'" Hadis yang Anda sampaikan adalah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Hadis ini memiliki beberapa poin penting: Pentingnya Siwak: Hadis ini menunjukkan betapa besar anjuran Nabi Muhammad ﷺ untuk menggunakan siwak (sejenis alat pembersih gigi) sebelum salat. Bahkan, beliau hampir memerintahkannya, saking pentingnya. Kasih Sayang Nabi: Alasan beliau tidak memerintahkannya secara wajib adalah karena rasa kasih sayang beliau terhadap umatnya. Beliau khawatir hal itu akan memberatkan umatnya. Fikih: Dari hadis ini, para ulama menyimpulkan bahwa bersiwak sebelum salat adalah sunnah muakkadah (sunnah yan...

PAHALA MENYEMPURNAKAN WUDHU, SAAT CUACA SANGAT DINGIN DAN BERAT

   * عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: -  Dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhuma berkata:  * قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: -  Rasulullah ﷺ bersabda:  * أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَكْفُرُ بِهِ الذُّنُوْبَ؟ -  "Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang dengannya Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan dan menghilangkan dosa-dosa?"  * قَالُوْا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللَّهِ -  Para sahabat menjawab, "Tentu saja, ya Rasulullah."  * قَالَ: إِسْبَاغُ الْوُضُوْءِ عَلَى الْمَكْرُوْهَاتِ -  Beliau bersabda, "(Yaitu) menyempurnakan wudhu pada keadaan tidak disukai,   * وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ -  dan banyak melangkah ke masjid,  * وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ -  dan menunggu shalat berikutnya setelah mengerjakan shalat." Penjelasan Hadist  " إِسْبَاغُ الْوُضُوْءِ عَلَى الْمَكْرُوْهَاتِ " 1. Mak...