ISTRI YANG SIAP MELAYANI SUAMI
Masalah itu ialah, suami tidak tertarik untuk berhubungan dengan istrinya, kecuali hanya jika ia melihat perempuan yang bukan haknya. Maka janganlah memadamkan ketertarikannya dengan perkataan yang memalingkan perhatiannya dan mematikan hasratnya.
Tetaplah jadikan dirimu sebagai daya tariknya dan kehangatanmu sebagai pemadam gejolaknya apabila suami tanpa sengaja melihat perempuan yang bukan haknya dan segera bergegas pulang menemuimu. Pulang mendadak saat itu merupakan kebaikan dan jalan keselamatan yang dituntunkan oleh agama ini.
RasuluLlah ﷺ bersabda:
إِذَا أَحَدُكُمْ أَعْجَبَتْهُ الْمَرْأَةُ فَوَقَعَتْ فِي قَلْبِهِ فَلْيَعْمِدْ إِلَى امْرَأَتِهِ فَلْيُوَاقِعْهَا فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ
“Apabila salah seorang dari kalian tertarik kepada wanita dan menimbulkan gejolak dalam hatinya, hendaknya ia sengaja pulang kepada istrinya dan menumpahkan hasratnya kepadanya. Sungguh yang demikian itu dapat menenteramkan gejolak hatinya.” (HR. Muslim).
Jika engkau sedang bepergian, maka bersegeralah pulang begitu urusan selesai agar engkau dapat bertemu dengan keluargamu dan istrimu. Salah satu faidahnya ialah, menjadikan rumah senantiasa sebagai tempat memperoleh ketenangan dan kesenangan, meskipun istri sedang berhalangan.
RasuluLlah ﷺ bersabda:
فَإذَا قَضَى أحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِنْ سَفَرِهِ، فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أهْلِهِ
“Jika salah seorang dari kalian telah selesai dari tujuan (urusan) berpergiannya (safar), maka hendaknya dia kembali kepada keluarganya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Komentar
Posting Komentar